mitos, legenda, cerita rakyat beserta contohnya
Mitos
Secara
sederhana, definisi mitos adalah suatu informasi yang sebenarnya salah tetapi
dianggap benar karena telah beredar dari generasi ke generasi. Begitu luasnya
suatu mitos beredar di masyarakat sehingga masyarat tidak menyadari bahwa
informasi yang diterimanya itu tidak benar. Karena begitu kuatnya keyakinan
masyarakat terhadap suatu mitos tentang sesuatu hal, sehingga mempengaruhi
perilaku masyarakat.
Beberapa
contoh-contoh mitos:
- Tertimpa cicak tandanya sial. Sial di sini maksudnya dari tertimpa cicak itu sendiri. Siapa yang tidak sial kalau sedang enak – enak duduk tiba – tiba tertimpa cicak.
- Wanita tidak boleh duduk di depan pintu pamali. Zaman dahulu wanita masih menggunakan rok, belum ada yang memakai celana. Jadi, kalau ada wanita yang duduk di depan pintu pasti akan terlihat…ya gitu deh. Pasti banyak mengundang hawa nafsu.
- Jangan bersiul pada malam hari karena mengundang setan. Maksudnya adalah agar tidak mengganggu orang – orang yang sedang tidur.
- Memakai payung di dalam rumah berarti sial. Ya sial kalau lagi ada banyak orang di dalam rumah dan kita memakai payung. Mungkin orang – orang di sekitar Anda akan merasa terganggu atau tercolok matanya.
Demikian
beberapa contoh mitos. Para nenek moyang menganggapnya sebagai pamali. Sebagai
orang yang beragama, khususnya Islam tidak boleh mempercayai ramalan atau
semacamnya karena hidup dan mati berada di tangan Tuhan, bukan nenek moyang.
Sumber : http://fitridiyahutamiblog.wordpress.com/2013/03/28/pengertian-mitoslegendacerita-rakyat-beserta-contohnya/
LEGENDA
Sebuah
kisah sejarah tradisional (atau kumpulan cerita terkait) populer dianggap benar
tetapi biasanya berisi campuran fakta dan fiksi.sebuah legenda adalah cerita
yang diceritakan seolah-olah itu adalah peristiwa sejarah, bukan sebagai
penjelasan untuk sesuatu atau narasi simbolik. Legenda mungkin atau mungkin
tidak versi dijabarkan dari peristiwa sejarah. Legenda yang dalam bahasa Latin
disebut legere adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh empunya cerita
sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi.
Oleh
karenanya, legenda sering kali dianggap sebagai sejarah kolektif (folk
history). Meski demikian, karena tidak tertulis, maka kisah-kisah tersebut
telah mengalami distorsi, sehingga sering kali jauh berbeda dengan aslinya.
Oleh sebab itu, jika legenda dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi
suatu sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya
dari hal-hal yang mengandung sifat-sifat cerita rakyat (folklore). Legenda
ataupun cerita rakyat, terkait dekat sekali dengan Mitologi. Namun, pada cerita
rakyat, waktu dan tempat tidak spesifik dan ceritanya tidak dianggap sebagai
sesuatu yang suci dan dipercaya kebenarannya layaknya Mitologi. Sedangkan
legenda sendiri, meskipun kejadiannya dianggap benar, pelaku-pelaku kisahnya
adalah manusia, bukan Dewa dan monster seperti pada Mitologi.
contoh
legenda :
Legenda
Danau Lipan
Di kecamatan Muara Kaman kurang
lebih 120 km di hulu Tenggarong ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara di
Kalimantan Timur ada sebuah daerah yang terkenal dengan nama Danau Lipan.
Meskipun bernama Danau, daerah tersebut bukanlah danau seperti Danau Jempang dan
Semayang. Daerah itu merupakan padang luas yang ditumbuhi semak dan perdu.
Dahulu kala kota Muara Kaman dan
sekitarnya merupakan lautan. Tepi lautnya ketika itu ialah di Berubus, kampung
Muara Kaman Ulu yang lebih dikenal dengan nama Benua Lawas. Pada masa itu ada
sebuah kerajaan yang bandarnya sangat ramai dikunjungi karena terletak di tepi
laut.
Terkenallah pada masa itu di
kerajaan tersebut seorang putri yang cantik jelita. Sang putri bernama Putri
Aji Bedarah Putih. Ia diberi nama demikian tak lain karena bila sang putri ini
makan sirih dan menelan air sepahnya maka tampaklah air sirih yang merah itu
mengalir melalui kerongkongannya.
Kejelitaan dan keanehan Putri Aji
Bedarah Putih ini terdengar pula oleh seorang Raja Cina yang segera Berangkat
dengan Jung besar beserta Bala tentaranya dan berlabuh di laut depan istana Aji
Bedarah Putih. Raja Cina pun segera naik ke darat untuk melamar Putri jelita.
Sebelum Raja Cina menyampaikan
pinangannya, oleh Sang Putri terlebih dahulu raja itu dijamu dengan santapan
bersama. Tapi malang bagi Raja Cina, ia tidak mengetahui bahwa ia tengah diuji
oleh Putri yang tidak saja cantik jelita tetapi juga pandai dan bijaksana.
Tengah makan dalam jamuan itu, puteri merasa jijik melihat kejorokan bersantap
dari si tamu. Raja Cina itu ternyata makan dengan cara menyesap, tidak
mempergunakan tangan melainkan langsung dengan mulut seperti anjing.
Betapa jijiknya Putri Aji Bedarah
Putih dan ia pun merasa tersinggung, seolah-olah Raja Cina itu tidak
menghormati dirinya disamping jelas tidak dapat menyesuaikan diri. Ketika
selesai santap dan lamaran Raja Cina diajukan, serta merta Sang Putri menolak
dengan penuh murka sambil berkata, “Betapa hinanya seorang putri berjodoh
dengan manusia yang cara makannya saja menyesap seperti anjing.”
Penghinaan yang luar biasa itu
tentu saja membangkitkan kemarahan luar biasa pula pada Raja Cina itu. Sudah
lamarannya ditolak mentah-mentah, hinaan pula yang diterima. Karena sangat malu
dan murkanya, tak ada jalan lain selain ditebus dengan segala kekerasaan untuk
menundukkan Putri Aji Bedarah Putih. Ia pun segera menuju ke jungnya untuk
kembali dengan segenap Bala tentara yang kuat guna menghancurkan kerajaan dan
menawan Putri.
Perang dahsyat pun terjadilah
antara Bala tentara Cina yang datang bagai gelombang pasang dari laut melawan
Bala tentara Aji Bedarah Putih.
Ternyata tentara Aji Bedarah Putih
tidak dapat menangkis serbuan Bala tentara Cina yang mengamuk dengan garangnya.
Putri yang menyaksikan jalannya pertempuran yang tak seimbang itu merasa sedih
bercampur geram. Ia telah membayangkan bahwa peperangan itu akan dimenangkan
oleh tentara Cina. Karena itu timbullah kemurkaannya.
Putri pun segera makan sirih
seraya berucap, “Kalau benar aku ini titisan raja sakti, maka jadilah
sepah-sepahku ini lipan-lipan yang dapat memusnahkan Raja Cina beserta seluruh
Bala tentaranya.” Selesai berkata demikian, disemburkannyalah sepah dari
mulutnya ke arah peperangan yang tengah berkecamuk itu. Dengan sekejap mata
sepah sirih putri tadi berubah menjadi beribu-ribu ekor lipan yang besar-besar,
lalu dengan bengisnya menyerang Bala tentara Cina yang sedang mengamuk.
Bala tentara Cina yang berperang
dengan gagah perkasa itu satu demi satu dibinasakan. Tentara yang mengetahui
serangan lipan yang tak terlawan itu, segera lari lintang-pukang ke jungnya.
Demikian pula sang Raja. Mereka bermaksud akan segera meninggalkan Muara Kaman
dengan lipannya yang dahsyat itu, tetapi ternyata mereka tidak diberi
kesempatan oleh lipan-lipan itu untuk meninggalkan Muara Kaman hidup-hidup. Karena
lipan-lipan itu telah diucap untuk membinasakan Raja dan Bala tentara Cina,
maka dengan bergelombang mereka menyerbu terus sampai ke Jung Cina. Raja dan
segenap Bala tentara Cina tak dapat berkisar ke mana pun lagi dan akhirnya
mereka musnah semuanya. Jung mereka ditenggelamkan juga.
Sementara itu Aji Bedarah Putih
segera hilang dengan gaib, entah kemana dan bersamaan dengan gaibnya putri,
maka gaib pulalah Sumur Air Berani, sebagai kekuatan tenaga sakti kerajaan itu.
Tempat Jung Raja Cina yang tenggelam dan lautnya yang kemudian mendangkal
menjadi suatu daratan dengan padang luas itulah yang kemudian disebut hingga
sekarang dengan nama Danau Lipan.
Sumber:
http://history1978.wordpress.com/materi-antropologi/kumpulan-legenda-leganda-di-nusantara/
Cerita Rakyat
Cerita
Rakyat adalah sebagian kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki Bangsa
Indonesia. Pada umumnya, cerita rakyat mengisahkan tentang suatu kejadian di
suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam
cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia maupun dewa.
Fungsi
Cerita rakyat selain sebagai hiburan juga bisa dijadikan suri tauladan terutama
cerita rakyat yang mengandung pesan-pesan pendidikan moral. Banyak yang tidak
menyadari kalo Indonesia mempunyai banyak Cerita Rakyat Indonesia yang belum
kita dengar, bisa dimaklumi karena cerita rakyat menyebar dari mulut – ke mulut
yang diwariskan secara turun – temurun.
Namun
sekarang banyak Cerita rakyat yang ditulis dan dipublikasikan sehingga cerita
rakyat Indonesia bisa dijaga dan tidak sampai hilang dan punah. Sekarang banyak
juga cerita rakyat yang difilmkan. Sisi positifnya cerita rakyat jadi semakin
terjaga meski kadang ada penambahan jalan ceritanya.
Sumber : http://fitridiyahutamiblog.wordpress.com/2013/03/28/pengertian-mitoslegendacerita-rakyat-beserta-contohnya/
Contoh
cerita rakyat :
Keong Emas
Alkisah
pada jaman dahulu kala hiduplah seorang pemuda bernama Galoran. Ia termasuk
orang yang disegani karena kekayaan dan pangkat orangtuanya. Namun Galoran
sangatlah malas dan boros. Sehari-hari kerjanya hanya menghambur-hamburkan
harta orangtuanya, bahkan pada waktu orang tuanya meninggal dunia ia semakin
sering berfoya-foya. Karena itu lama kelamaan habislah harta orangtuanya.
Walaupun demikian tidak membuat Galoran sadar juga, bahkan waktu dihabiskannya
dengan hanya bermalas-malasan dan berjalan-jalan. Iba warga kampung melihatnya.
Namun setiap kali ada yang menawarkan pekerjaan kepadanya, Galoran hanya makan
dan tidur saja tanpa mau melakukan pekerjaan tersebut. Namun akhirnya galoran
dipungut oleh seorang janda berkecukupan untuk dijadikan teman hidupnya. Hal
ini membuat Galoran sangat senang ; "Pucuk dicinta ulam pun tiba",
demikian pikir Galoran.
Janda
tersebut mempunyai seorang anak perempuan yang sangat rajin dan pandai menenun,
namanya Jambean. Begitu bagusnya tenunan Jambean sampai dikenal diseluruh dusun
tersebut. Namun Galoran sangat membenci anak tirinya itu, karena seringkali
Jambean menegurnya karena selalu bermalas-malasan.
Rasa
benci Galoran sedemikian dalamnya, sampai tega merencanakan pembunuhan anak
tirinya sendiri. Dengan tajam dia berkata pada istrinya : " Hai, Nyai,
sungguh beraninya Jambean kepadaku. Beraninya ia menasehati orangtua! Patutkah
itu ?" "Sabar, Kak. Jambean tidak bermaksud buruk terhadap
kakak" bujuk istrinya itu. "Tahu aku mengapa ia berbuat kasar padaku,
agar aku pergi meninggalkan rumah ini !" seru nya lagi sambil melototkan
matanya. "Jangan begitu kak, Jambean hanya sekedar mengingatkan agar kakak
mau bekerja" demikian usaha sang istri meredakan amarahnya. "Ah ..
omong kosong. Pendeknya sekarang engkau harus memilih .. aku atau anakmu
!" demikian Galoran mengancam.
Sedih
hati ibu Jambean. Sang ibu menangis siang-malam karena bingung hatinya.
Ratapnya : " Sampai hati bapakmu menyiksaku jambean. Jambean anakku, mari
kemari nak" serunya lirih. "Sebentar mak, tinggal sedikit
tenunanku" jawab Jambean. "Nah selesai sudah" serunya lagi.
Langsung Jambean mendapatkan ibunya yang tengah bersedih. "Mengapa emak
bersedih saja" tanyanya dengan iba. Maka diceritakanlah rencana bapak
Jambean yang merencanakan akan membunuh Jambean. Dengan sedih Jambean pun
berkata : " Sudahlah mak jangan bersedih, biarlah aku memenuhi keinginan
bapak. Yang benar akhirnya akan bahagia mak". "Namun hanya satu
pesanku mak, apabila aku sudah dibunuh ayah janganlah mayatku ditanam tapi
buang saja ke bendungan" jawabnya lagi. Dengan sangat sedih sang ibu pun
mengangguk-angguk. Akhirnya Jambean pun dibunuh oleh ayah tirinya, dan sesuai
permintaan Jambean sang ibu membuang mayatnya di bendungan. Dengan ajaib batang
tubuh dan kepala Jambean berubah menjadi udang dan siput, atau disebut juga
dengan keong dalam bahasa Jawanya.
Tersebutlah
di Desa Dadapan dua orang janda bersaudara bernama Mbok Rondo Sambega dan Mbok
Rondo Sembadil. Kedua janda itu hidup dengan sangat melarat dan bermata
pencaharian mengumpulkan kayu dan daun talas. Suatu hari kedua bersaudara
tersebut pergi ke dekat bendungan untuk mencari daun talas. Sangat terpana
mereka melihat udang dan siput yang berwarna kuning keemasan. "Alangkah
indahnya udang dan siput ini" seru Mbok Rondo Sambega "Lihatlah
betapa indahnya warna kulitnya, kuning keemasan. Ingin aku bisa
memeliharanya" serunya lagi. "Yah sangat indah, kita bawa saja udang
dan keong ini pulang" sahut Mbok Rondo Sembadil. Maka dipungutnya udang
dan siput tersebut untuk dibawa pulang. Kemudian udang dan siput tersebut
mereka taruh di dalam tempayan tanah liat di dapur. Sejak mereka memelihara
udang dan siput emas tersebut kehidupan merekapun berubah. Terutama setiap
sehabis pulang bekerja, didapur telah tersedia lauk pauk dan rumah menjadi
sangat rapih dan bersih. Mbok Rondo Sambega dan Mbok Rondo Sembadil juga merasa
keheranan dengan adanya hal tersebut. Sampai pada suatu hari mereka berencana
untuk mencari tahu siapakah gerangan yang melakukan hal tersebut.
Suatu
hari mereka seperti biasanya pergi untuk mencari kayu dan daun talas, mereka
berpura-pura pergi dan kemudian setelah berjalan agak jauh mereka segera
kembali menyelinap ke dapur. Dari dapur terdengar suara gemerisik, kedua
bersaudara itu segera mengintip dan melihat seorang gadis cantik keluar dari
tempayan tanah liat yang berisi udang dan Keong Emas peliharaan mereka.
"tentu dia adalah jelmaan keong dan udang emas itu" bisik Mbok Rondo
Sambega kepada Mbok Rondo Sembadil. "Ayo kita tangkap sebelum menjelma
kembali menjadi udang dan Keong Emas" bisik Mbok Rondo Sembadil. Dengan
perlahan-lahan mereka masuk ke dapur, lalu ditangkapnya gadis yang sedang asik
memasak itu. "Ayo ceritakan lekas nak, siapa gerangan kamu itu" desak
Mbok Rondo Sambega "Bidadarikah kamu ?" sahutnya lagi. "bukan
Mak, saya manusia biasa yang karena dibunuh dan dibuang oleh orang tua saya,
maka saya menjelma menjadi udang dan keong" sahut Jambean lirih.
"terharu mendengar cerita Jambean kedua bersaudara itu akhirnya mengambil
Keong Emas sebagai anak angkat mereka. Sejak itu Keong Emas membantu kedua
bersaudara tersebut dengan menenun. Tenunannya sangat indah dan bagus sehingga
terkenallah tenunan terebut keseluruh negeri, dan kedua janda bersaudara
tersebut menjadi bertambah kaya dari hari kehari.
Sampailah
tenunan tersebut di ibu kota kerajaan. Sang raja muda sangat tertarik dengan
tenunan buatan Jambean atau Keong Emas tersebut. Akhirnya raja memutuskan untuk
meninjau sendiri pembuatan tenunan tersebut dan pergi meninggalkan kerajaan
dengan menyamar sebagai saudagar kain. Akhirnya tahulah raja perihal Keong Emas
tersebut, dan sangat tertarik oleh kecantikan dan kerajinan Keong Emas. Raja
menitahkan kedua bersaudara tersebut untuk membawa Jambean atau Keong Emas
untuk masuk ke kerajaan dan meminang si Keong Emas untuk dijadikan
permaisurinya. Betapa senang hati kedua janda bersaudara tersebut.
Sumber:
http://neodv8.blogspot.com/2013/12/kumpulan-contoh-cerita-rakyat-indonesia.html
Persamaan dan Perbedaan [Mitos], [Legenda], dan [cerita rakyat]
|
Mitos
|
Legenda
|
Cerita Rakyat
|
|
Menceritakan
tentang asal usul alam semesta, manusia atau bangsa yang diungkapkan dengan
dongeng-dongeng gaib dan mengandung arti yang dalam.
|
Mirip
dengan mitos yaitu dianggap benar-benar terjadi tetapi tidak dianggap suci
hanya dianggap sebagai suatu yang pernah terjadi
|
Umumnya
mengisahkan tentang suatu kejadian disuatu tempat atau asal-usul suatu tempat
|
|
Mitos
juga mengisahkan petualangan para dewa, kisah percintaan dan perang mereka.
|
Legenda
ditokohi oleh manusia, ada kalanya mempunyai sifat-sifat luar biasa dan
sering kali juga dihubungkan dengan makhluk ajaib.
|
Tokoh-tokoh
yang dimunculkan dalam cerita umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang,
manusia maupun dewa
|
Sumber : http://rifkaputrika.wordpress.com/2013/03/29/iad2-2/Bottom
of Form
Tidak ada komentar:
Posting Komentar